sudah cukup sering saya menangisi mu. menangisi mu yang tak kunjung peduli dengan saya. dengan apa yang saya butuhkan. dengan apa yang saya inginkan. tak sadar kah kau, bahwa saya disini merindukan mu? dan lebih tepatnya merindukan kamu yang dulu. tidak sadar kah? atau kau berpura-pura menutupi semuanya? entahlah, hanya kau dan Tuhan yang tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.